VPS ( Virtual Private Server )
Helloooooow!!! Back! Back! Back!!!
Di postingan kali ini gue mau sharing tentang VPS. Ada yang tau apa itu VPS? kalo udah ada yang tau bisa ikut gabung disini, kalo belum tau yaaa cari tau aja disini :p
Virtual Private Server atau biasa disebut dengan VPS baik itu VPS Windows maupun VPS linux
atau juga BSD family adalah sebuah metode untuk mempartisi atau membagi
sumber daya/resource sebuah server fisik menjadi beberapa server
virtual. Server virtual tersebut memiliki kemampuan menjalankan sistem
operasi sendiri seperti layaknya sebuah server fisik. Sehingga anda
mempunya akses penuh sebagai root terhadap server virtual tersebut,
bahkan anda bisa melakukan reboot, shutdown, install ulang sistem
operasi dan masih banyak lagi.
Dalam sebuah VPS, resource server yang alokasikan adalah meliputi CPU
Core, CPU Usage, RAM atau Memori, dan Storage atau ruang penyimpananan.
Teknologi yang digunakan dalam layanan VPS tersebut adalah teknologi
virtualisasi. Pada umumnya, teknologi virtualisai bisa menggunakan
OpenVZ atau XEN. Dari masing-masing teknologi virtualisasi ini memiliki
kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Kalo gitu perbedaan nya apa dong?
Woles woles, ini loh perbedaan nya.................
OpenVZ (sering disebut Virtual Private Server/VPS) :
OpenVZ ini memiliki kekurangan dan juga kelebihan, seperti :
Kekurangan :
1. Tidak Mendukung SWAP
2. Semua VPS yang ada sangat bergantung pada nodenya
3. Jika memory dedicated dan burst habis, maka VPS akan down.
4. Beberapa settingan dibatasi oleh node.
5. Hanya mendukung linux.
Kelebihan :
1. Bisa overselling.
2. Setup lebih mudah mengingat partisi linux yang digunakan secara standar.
3. Menggunakan Burst RAM.
4. Pengelolaan server lebih gampang dibanding Xen.
5. Menggunakan sedikit
XEN (sering disebut Virtual Dedicated Server/VDS) :
XEN ini juga memiliki kekurangan dan kelebihan, seperti :
Kekurangan :
1. Setup Node dengan partisi LVM (Karena membutuhkan VG untuk client VDSnya)
2. XEN hanya dapat berjalan stabil pada memori minimal 256 MB RAM.
3. Perlu space lebih di node untuk temp prosesnya.
4. Tidak bisa melakukan overselling.
5. Memerlukan resources yang besar.
Kelebihan :
1. Sistemnya berdiri sendiri layaknya sebuah Dedicated Server
2. Menggunakan SWAP
3. Hampir tidak ada masalah dengan seting karena tidak dibatasi oleh node
4. Jika Memory Dedicated habis, maka SWAP akan berfungsi otomatis dan
tidak seperti OpenVZ yang down, pada XEN hanya menyebabkan sistem saja.
5. VDSnya akan melambat
6. Bisa mendukung instalasi Windows Server.
Nah! Dalam teknologi hosting, fitur – fitur Virtual Private Server (VPS) yang seperti layaknya sebuah dedicated server menjadikannya teknologi
perantara yang paling fleksibel antara shared hosting dan dedicated
server loh :))
Terus, buat contoh dalam IP kira-kira kayak gini :
IP : 180.211.98.220/28
Subnet : 240
IP Gateway : 220
IP Network : 219
IP Broadcast : 234
DNS : 220
Client : 220-233 / 14 IP
IP : 180.211.98.220/28
Subnet : 240
IP Gateway : 220
IP Network : 219
IP Broadcast : 234
DNS : 220
Client : 220-233 / 14 IP
Oke kan? Semoga bermanfaat guys :))
Keep Calm and Stay With Blogger.



0 comments:
Post a Comment